Rendah Diri

23.57 Edit This 0 Comments »

Pengertian Rendah Diri dan Cara Mengatasinya

Diposka Oleh Pamungkas
Rendah diri adalah suatu penyakit. Penyakit ini termasuk penyakit yang berbahaya dan suatu sikap yang merugikan diri pribadi kita. Banyak orang yang menderita penyakit ini, meliputi jutaan orang dan mungkin juga terjadi pada kita. Berikut ini kita akan bersama-sama mempelajari arti dari rendah diri dan cara mengatasinya.
Pengertian rendah diri adalah perasaan menganggap terlallu rendah pada diri sendiri. Orang yang menganggap diri sendiri terlalu rendah dikatakan rendah diri. Orang yang rendah diri berarti menganggap diri sednriri tidak mempunyai kemampuan yang berarti. Seperti dikatakan oleh Alder bahwa rasa rendah diri berarti perasaan kuarng berharga yang timbul karena ketidakmampuan psikologis atau social maupun karena keadaa jasmani yang kurang sempurna ( Sumadi Suryabrata, 1984: 220 ).
Berikut ini contoh orang yang mengalami rendah diri.
  1. Susi merasa dirinya paling bodoh karena nilai pelajaran Fisikanya 5. Padahal, Susi mempeunyai kelebihan, pandai pada pelajaran olahraga.
  2. Arman merasa dirinya anak yang paling miskin di kelas karena sepatu yang dipakianya paling jelek. Padahal, Arman punyai kelebihan, ia pandai bergaul.
2.   Sebab – sebab timbulnya perasaan rendah diri.
Perasaan rendah diri tidak timbul dengan sendirinya. Ada dua faktor yang dapat menyebabkan perasaan rendah diri.
*  Faktor Intern
Yaitu penyebab yang berasal dari diri sendiri, seperti cacat tubuh, kelemahan menguasai bidang study, dan susah berkomunikasi.
*  Faktor Ekstern
Yaitu penyebab yang berasal ari luar, seperti ekonomi orang tua lemah ( tidak mampu ), orang tua yang bercerai, dan keluarga sering cekcok.
Kelemahan yang dimiliki oleh seseorang baik berasal dari luar maupun dari dalam dirinya dapat menimbulkan perasaan rendah diri.
3.   Ciri – ciri orang yang rendah diri.
Orang yang merasa rendah diri dapat dilihat dari tingkah lakunya. Tingkah laku orang yang rendah diri diantara lain sebagai berikut.
a.  Selalu menyendiri dan menarik diri dari pergaulan. Orang yang menganggap dirinya tidak memepunyai kemampuan yang berarti biasanya tidak mau bergaul dan menarik diri dari pergaulan.
b.  Selalu ragu dalam bertindak. Orang yang merasa tidak mempunyai kemampuan yang berarti akan selalu ragu – ragu dalam bertindak. Perasan seperti itu akan merugikan diri sendiri.
Contoh : Andhika merasa paling bodoh di kelas karena memperolah nilai pelajaran Bahasa Indonesia 5. Sebenarnya, Andhika bukan anak yang bodoh. Ia mempeunyai kelebihan dalam bidang menyanyi. Karena Andhika merasa paling bodoh dan tidak mempunyai kelebihan, pada saat diminta mengikuti lomba karaoke Andhika menolak.
c.  Tidak mau bersaing positif, seperti persaingan kepandaian, lomba mengarang dan balap sepeda.
Contoh : Vina menganggap dirinya anak yang paling miskin di kelas. Pada waktu istirahat tanpa sengaja Indah menginjak kaki Vina. Karena menganggap dirinya anak yang paling miskin maka Vina merasa diejek oleh Indah dan langsung marah. Padahal, indah tidak sengaja.
Setiap oarang mempeunyai kelemahan dan kelebihan. Agar dapat terhindar dari perasaan rendah diri, siswa dapat memperhatikan hal – hal di bawah ini.
*) Terimalah kekurangan yang ada pada diri anda dengan lapang dada. Siswa harus dapat menerima dan mengakui bahwa setiap manusia mempunyai kekurangan dan tidak ada manusia yang sempurna.
*) Carilah kelebihan yang anda miliki. Kelebihan yang siswa miliki dapat siswa kembangkan sehingga menjadi kecakapan yang nyata. Jika siswa dapat

Pandai

23.55 Edit This 0 Comments »
Si Pandai Bersyukur Itu Tewas Kesetrum



PROBOLINGGO, KOMPAS.com - Para tukang kayu sebaiknya hati-hati bila memperbaiki kayu di atap. Jika tidak, bukan tak mungkin mengalami nasib seperti Buhari (50). Warga Kelurahan Kraksaan Wetan, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo ini tewas tersengat listrik saat memperbaiki atap plafon, Sabtu (14/5/2011) pagi.
<a href='http://ads3.kompasads.com/new/www/delivery/ck.php?n=a3126491&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE' target='_blank'><img src='http://ads3.kompasads.com/new/www/delivery/avw.php?zoneid=951&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&n=a3126491' border='0' alt='' /></a>
Keterangan yang dihimpun dari TKP menyebutkan, Buhari mendapatkan borongan memperbaiki atap plafon yang rusak di gudang milik seorang pengusaha di Kraksaan. Plafon dan kayunya rusak dan lapuk dimakan waktu, perlu diperbaiki.
Saat Buhari memperbaikinya, dia tak melihat kabel listrik bertegangan tinggi  terkelupas. Diduga, dia tewas akibat sengatan listrik tersebut. Korban ditemukan tewas oleh Andi, seorang pekerja di gudang tersebut. Andi melihat tubuh Buhari telungkup di atap melalui celah plafon. Dia pun berteriak dan pekerja lain datang berhamburan.
Saat diturunkan dengan tali, korban tewas dengan kondisi leher luka bakar dan tangan kirinya hangus. Ratusan warga yang menyaksikan kondisi korban tampak tak tega dan miris. Tak lama, petugas dari Polsek Kraksaan pun tiba di lokasi untuk melakukan olah TKP.
Menurut Kapolsek Kraksaan Komisaris Polisi Subadar, dari olah TKP yang didapat, korban tersengat arus listrik. Diduga, saat naik ke atas plafon, korban tidak melihat ada kabel. Begitu tersentuh kabel, korban tidak bisa berbuat banyak lantaran posisinya sulit.
"Mungkin dia mau loncat tapi tidak berani lantaran posisinya di atas atap. Ini murni kecelakaan kerja. Untuk menghindari kejadian serupa, kami berharap warga dan pengusaha tidak membiarkan kabel terkelupas begitu saja. Supaya saat memperbaiki atap, kabel itu tidak membahayakan jiwa," saran Subadar.
Selesai olah TKP, jasad korban langsung divisum dan dibawa ke kamar mayat RSUD Waluyo Jati. Para keluarga korban yang melihat mayatnya di rumah sakit  histeris dan menangisi kepergiannya.
Di mata keluarganya, Buhari dikenal sebagai sosok bapak yang baik, rajin bekerja dan pandai bersyukur. Wajar jika keluarganya merasa kehilangan. Penghasilannya tak menentu. Kadang sehari Rp 15.000, kadang tak ada sama sekali karena pekerjaannya tergantung garapan.
"Tapi dia tak pernah mengeluh, dan selalu bersyukur atas apa yang didapat. Saya minta para tukang kayu belajar dari pengalaman paman saya ini. Hati-hati bila memperbaiki atap rumah orang," ujar Yatim, keponakan korban.

Husnuudzon

00.57 Edit This 0 Comments »

Husnudzon

Begitu indahnya bila kita memiliki hati yang bersih, pikiran yang selalu positif, dan tindakan yang lurus. Kita akan memandang diri kita penuh dengan rasa syukur. Apapun yang kita miliki dan terima, semua dikembalikan lagi kepada Allah. Karena Allah akan memberikan nikmat yang lebih banyak lagi bila hamba-Nya bersyukur pada-Nya. Itulah janji Allah, yang tak akan pernah diingkari oleh-Nya. La in syakartum La aziidannakum (Jika kalian bersyukur, niscaya Aku (ALLAH) akan menambah rizkimu)…QS.14 : 7
Dengan pikiran yang jernih, kita pun tidak terlalu banyak menuntut orang lain untuk berbuat begini dan begitu sesuai dengan yang kita inginkan. Pikiran kita tidak melulu menuntut tapi selalu memberi perhatian dan toleransi pada orang lain dan berusaha mengerti keadaannya walau bagaimanapun.
Husnudzon atau berbaik sangka pada siapapun adalah kunci kita bisa membangun hubungan baik dengan orang lain. Rasulullah pun pernah mengatakan bahwa tingkatan ukhuwah yang paling rendah adalah husnudzon. Sedangkan yang tertinggi adalah itsar (mendahulukan kepentingan orang lain dibanding kepentingan sendiri)
Artinya, bahwa sebuah ukhuwah (ikatan persaudaraan) akan terjalin indah bila satu sama lain saling mengerti dan memahami. Tidak pernah terpikir dan terbersit perasaaan dendam, iri atau kesal dengan perilaku orang lain. Jangankan dengki, iri saja pun tidak diperkenankan oleh Allah. Bila kita sudah ada rasa su’udzon, berarti kita sudah melewati syarat sebuah ukhuwah dapat terwujud.
Bagaimana kita bisa itsar kalau husnudzon saja terasa begitu sulit?
Bagaimana kita bisa mengalah demi orang lain jika berbaik sangka saja rasanya begitu susah?
Husnudzon terlihat seperti perkara yang mudah, namun ternyata faktanya sangat sulit diaplikasikan. Lebih mudah bersu’udzon (berburuk sangka) dibanding berbaik sangka. Karena memang syetan terus menghembuskan nafsu dan egoisme kita untuk melihat kesalahan orang lain seperti melihat gajah di pelupuk mata, dan mencari kebaikan orang lain seperti mencari semut hitam di atas batu hitam (pas malem-malem, mati lampu pula)
Contoh kecil saja seringkali kita alami. Misalnya ketika kita melihat ada orang lain yang perilakunya tidak kita sukai, maka kita seakan-akan langsung berpikiran negatif bahwa orang itu memang mengada-ada, suka cari perhatian, atau piktor piktor lainnya (piktor = pokiran kotor). Padahal, bisa jadi dia melakukan itu karena terpaksa atau tidak sengaja. Kita sebaiknya memikirkan 40 alasan yang mendasari ia bisa berbuat seperti itu dan mencoba memahaminya.
Yang terjadi seringnya kita malah ghibah alias gosssip(membicarakan keburukannya pada orang lain) dan tidak mau berusaha memberi kesadaran pada orang itu. Kalo kita hanya sekadar bisanya cuma bergosip gosip show (yang semakin digosok semakin siiip), maka orang itu tidak akan pernah tau dan menyadari bahwa dirinya mungkin pernah berbuat salah. Dalam Al Qur’an surat Al Hujurat ayat 12 dijelaskan :
"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka. Sesungguhnya sebagian dari prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjingkan sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang."
Masya Allah, begitu buruknya analogi orang yang suka menggunjingkan orang lain, seperti memakan bangkai saudaranya sendiri. Bahkan ada juga yang mengatakan bahwa kalau kita ngomongin orang, maka dosa orang itu akan diambil sama kita. Jadi dosanya bisa-bisa double, malah triple.
Terlepas dari seberapa besar dosa yang akan kita dapatkan dengan kita selalu berburuk sangka dan mencari-cari kesalahan orang lain, kemudian mempergunjingkannya kepada orang lain. Tetap saja perbuatan tersebut merupakan perbuatan sia-sia yang akan membunuh diri kita sendiri. Otomatis orang yang selalu berpikiran negatif, tidak akan pernah puas dan tidak suka melihat orang lain bahagia. Walhasil, hatinya selalu dipenuhi noda kebusukan untuk menghasut bahkan memfitnah. Hidupnya tidak akan tenang dan tidak akan pernah merasa aman dan nyaman. Hidupnya selalu sengsara dan menderita tekanan batin tingkat tinggi.
Oleh karena itu, marilah kita mulai menata hati kita. Untuk selalu berpikir positif, untuk selalu berbaik sangka pada saudara-saudara kita. Dengan membiasakan berhusnudzon, maka aktivitas kita akan terasa lebih mudah untuk dijalani. Karena Allah akan selalu memberi jalan kemudahan bagi hamba-hamba-Nya yang berusaha terus memperbaiki dirinya dan memperbaiki sesama saudaranya dalam bangunan ukhuwah yang kuat dan kokoh.
Untuk membentuk sebuah bangunan ukhuwah yang kokoh memang perlu tadhiyah (pengorbanan) yang tinggi. Untuk menjalin persaudaraan memang butuh tahap yang sedikit demi sedikit. Dari tahap ta’aruf (pengenalan), tafahum (saling memahami), takliful qulub (ikatan hati) dan takaful, tadhiyah, serta ta’awun (toleransi, saling berkorban dan tolong menolong).
Semuanya butuh proses dan kesabaran yang tinggi. Semuanya butuh tahap dan komitmen yang teguh. Hanya pada Allah kita berusaha dan bertawakkal. Hasbiyallaahu laa ilaahailallaahu Allahu Akbar ….

suuzdon

00.54 Edit This 0 Comments »
Bismillahirrahmanirrahiim…
Subhanallah. Mungkin itulah kata yang harus aku ucapkan terlebih dahulu. Atau mungkin Allahu Akbar. Atau malah Astaghfirullahhal’adziim. Apapun, yang jelas aku pikir aku memang harus mengucapkannya semua.
Ceritanya begini, siang tadi seorang teman mengirimiku SMS. “Chub, kamu mau kerjaan ngajar di LP3I. Tadi aku ketemu sama orang LP3I katanay lagi butuh tenaga pengajar jurnalistik. Gimana?”
 Aku berpikir sebentar. Teringat sabda Rasulullah SAW “Bila seorang anak Adam wafat, maka amalnya terputus kecuali tiga hal:[1] Shadaqah jariah,[2] Ilmu yang bermanfaat dan [3] Anak shalih yang mendoakannya.(HR. Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, Nasa’i dan Ahmad. Sebenarnya aku sempat ragu untuk meng-iya-kan. Tapi kemudian aku ingat hadits itu lagi. Akhirnya aku jawab “Boleh juga. Kapan mau ketemu?” lalu aku dapat lagi sebuah SMS. Katanya nanti orangnya mau calling dulu ke dia.
 Siang hari, saat liputan di kantor kesbanglinmas temanku kembali mengirimiku SMS. “Chub, nanti ada orang LP3I mau hubungi kamu. Namanya Pak Jain. Nanti rembugan sendiri saja. OK?” Saat itu, aku tanpa sadar mengharap ada sebuah telpon yang menghubungiku. Makanya kemudian ketika ada sebuah SMS yang menyatakan bahwa dia adalah orang yang dimaksud temenku, aku langsung berpikiran jelek. Sebuah pikiran yang kemudian aku sesali beberapa jam kemudian. “Uh, masa LP3I kok nggak mau nelpon. Malah SMS. Nggak modal banget,” batinku saat itu.
 Tapi aku tetap membalasnya (tentunya tanpa marah2 dong). “Pada prinsipnya saya bisa. Bisa ketemu dimana ya pak?” tanyaku. Maksudku untuk membahas teknis dan persiapan yang harus aku lakukan. Dan dari hasil janjian saat itu, akhirnya kami janjian ketemu di kantor saya pukul 3. Saat itu, karena lelah berkeliling seharian mengurusi persiapan jalan sehat ultah kabupaten dan sekaligus liputan, aku menyempatkan diri untuk mengistirahatkan sel-sel tubuhku yang dehidrasi ditimpa sengatan matahari.
 Tanpa aku sadari, ternyata aku terlelap tidur di kamarku. Dan baru bangun pukul 15.11. Astaghfirullohhal’adziim. Betapa lemahnya kita para manusia. Hanya karena kenikmatan dalam lelapnya tidur saja, kita sampai melupakan janji. Aku akhirnya langsung bangkit dan ngebut ke kantor. Sekitar 15 menit kemudian aku akhirnya sampai. Tapi tak kulihat kendaraan yang mencirikan keberadaan orang LP3I. “Jangan-jangan orangnya kecewa dan akhirnya pergi,” batinku merasa bersalah.
 Setelah masuk ke kantor, ternyata memang tidak ada orang yang mencariku. Pikiran su’udzonku kambuh lagi. (ampuni diri yang lemah ini ya Allah). “Oo, ternyata tu orang juga telat. Wah kalo begini, dia pasti bukan orang yang bisa memegang janjinya,” batinku. Aku akhirnya masuk ke ruang rapat dan mengikuti rapat listing rutin.
 Baru lima menit masuk, aku dipanggil sekretaris redaksi karena ada orang yang mencariku. Aku yakin ini adalah orang LP3I yang dimaksud temanku. Tahu apa yang pertama kali diucapkannya setelah memperkenalkan diri? “Saya mohon maaf tidak tepat janji dan datang terlambat,” katanya tulus. Nyess…Tiba-tiba seperti ada segalon penuh air es yang menyiram tubuhku yang sedang panas karena cuaca yang memang sedang panas dan sedikit rasa jengkel. Aku langsung merasa sangat bersalah telah su’udzon padanya. Su’udzon mengiranya tidak tepat janji. Su’udzon menganggapnya tidak modal dan sebagainya.
 Semua prasangkaku langsung luruh begitu melihat wajahnya yang seperti memancarkan aura kesejukan karena seringnya terbasuh wudlu. Diam-diam aku beristighfar dalam hati. “Maafkan hamba ya Allah. Sungguh betapa lemahnya hati yang gemar berprasangka jelek ini. Maafkan hamba ya Allah…” Tanpa terasa mataku mengembun. Selapis kabut tiba-tiba juga menutupi mataku. Aku hampir saja meneteskan air mata kalau saja tidak malu melakukannya.
 Yang duduk di hadapanku adalah seorang lelaki yang, subhanallah..sangat sederhana. Kejengkelanku kenapa dia hanya meng-SMS aku langsung sirna. Yang ada di hadapanku adalah seorang suami yang ingin dekat dengan istrinya. Dia ingin berhenti bolak-balik Jakarta-Purwokerto setiap minggu. Dia lelaki yang sudah capek berjauhan dengan istrinya. Di hadapanku adalah seorang lelaki yang ingin hidup damai bersama istri dan anaknya. Di hadapanku duduk seorang lelaki yang memilih memulai usaha dengan membuka cabang dari perusahaan tempatnya bekerja selama puluhan tahun.
 Dengan penuh kerendahan hati dia bilang, bahwa usahanya memang belum mulai. Dia sedang mencari orang-orang yang akan dijadikannya tim untuk membuka usahanya. Dengan tulus, dia juga bilang, usahanya belum memiliki peralatan-peralatan canggih penunjang pembelajaran. Tapi dia siap berusaha mendapatkannya suatu saat. Dia juga bilang, apa yang dilakukannya mungkin tidak akan banyak menghasilkan uang. Itu sebabnya dia tak bisa menjanjikan banyak uang untuk membayarku.   Subhanallah…Aku baru pernah bertemu dengan orang sejujur ini. Orang yang mau menceritakan kejelekan dan kekurangannya pada orang yang mau diajaknya bekerja sama. Orang yang dengan penuh keterbukaan mengemukakan maksudnya tanpa rasa malu apalagi minder.
 ”Seperti di SMS saya sebelumnya, pada prinsipnya saya Insya Allah siap membagi sedikit ilmu yang saya punya. Kalau memang itu bisa bermanfaat bagi orang lain, saya siap membaginya,” kataku. “Subhanalloh. Alhamdulillah ya Allah. Allahu akbar,’ sahutnya penuh rasa syukur. Aku kembali dibuatnya tertegun. Berkali-kali aku mendengar dia berdzikir menyebut nama Allah. Tanpa canggung dan penuh ketulusan. Sebuah pertanda bahwa lafal-lafal itu adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupannya.
 Satu lagi yang membuatku sangat malu adalah saat dia berpamitan. Ternyata dia berjalan lurus ke arah jalan raya usai mengucapkan salam. “Masya Allah. Ternyata dia naik bis. Astaghfirullahal’adziim. Jadi ini kenapa aku tak melihat kendaraan lain di depan kantorku. Rupanya dia terlambat datang ke kantorku karena harus menunggu bis. Sekali lagi, ampuni aku ya Allah…
 Maha suci Allah yang telah mempertemukan aku dengan orang-orang baik seperti Pak Jain ini. Maha besar Allah yang telah mengatur pertemuan kami. Ampuni diri yang hina ini ya Allah. Diri yang selalu diliputi dengan prasangka. Diri yang selalu diselimuti kesombongan dan takabur. Terimakasih Pak Jain. Engkau menyadarkan aku betapa kita tak semestinya menghakimi orang jika belum benar2 bertemu atau mengenalnya.

Kooperatif

00.49 Edit This 0 Comments »
Menurut Slavin  pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran yang dilakukan secara berkelompok, siswa dalam satu kelas dijadikan kelompok -kelompok kecil yang terdiri dari 4 sampai 5 orang untuk memahami konsep yang difasilitasi oleh guru. Model pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran dengan setting kelompok-kelompok kecil dengan memperhatikan keberagaman anggota kelompok sebagai wadah siswa bekerjasama dan memecahkan suatu masalah melalui interaksi sosial dengan teman sebayanya, memberikan kesempatan pada peserta didik untuk mempelajari sesuatu dengan baik pada waktu yang bersamaan dan ia menjadi narasumber bagi teman yang lain. Jadi Pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran yang mengutamakan kerjasama diantara siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. Model pembelajaran kooperatif memiliki ciri-ciri: 1) untuk menuntaskan materi belajarnya, siswa belajar  dalam kelompok secara kooperatif, 2) kelompok dibentuk dari siswa-siswa yang memiliki kemampuan tinggi, sedang dan rendah, 3) jika dalam kelas terdapat siswa-siswa yang terdiri dari beberapa ras, suku, budaya jenis kelamin yang berbeda, maka diupayakan agar dalam tiap kelompok terdiri dari ras, suku, budaya, jenis kelamin yang berbeda pula, dan 4) penghargaan lebih diutamakan pada kerja kelompok dari pada perorangan.
Dalam pembelajaran kooperatif, dua atau lebih individu saling tergantung satu sama lain untuk mencapai suatu tujuan bersama. Menurut Ibrahim dkk.  siswa yakin bahwa tujuan mereka akan tercapai jika dan hanya jika siswa lainnya juga mencapai tujuan tersebut. Untuk itu setiap anggota berkelompok bertanggung jawab atas keberhasilan kelompoknya. Siswa yang bekerja dalam situasi pembelajaran kooperatif didorong untuk bekerjasama pada suatu tugas bersama dan mereka harus mengkoordinasikan usahanya untuk menyelesaikan tugasnya.
Model pembelajaran kooperatif dikembangkan untuk mencapai setidak-tidaknya tiga tujuan pembelajaran penting. Menurut Depdiknas tujuan pertama pembelajaran kooperatif, yaitu meningkatkan hasil akademik, dengan meningkatkan kinerja siswa dalam tugas-tugas akademiknya. Siswa yang lebih mampu akan menjadi nara sumber bagi siswa yang kurang mampu, yang memiliki orientasi dan bahasa yang sama. Sedangkan tujuan yang kedua, pembelajaran kooperatif memberi peluang agar siswa dapat menerima teman-temannya yang mempunyai berbagai perbedaan latar belajar. Perbedaan tersebut antara lain perbedaan suku, agama, kemampuan akademik, dan tingkat sosial. Tujuan penting ketiga dari pembelajaran kooperatif ialah  untuk mengembangkan keterampilan sosial siswa. Keterampilan sosial yang dimaksud antara lain, berbagi tugas, aktif bertanya, menghargai pendapat orang lain, memancing teman untuk bertanya, mau menjelaskan ide atau pendapat, bekerja dalam kelompok dan sebagainya.
Menurut Ibrahim, dkk. pembelajaran kooperatif memiliki dampak yang positif untuk siswa yang hasil belajarnya rendah sehingga mampu memberikan peningkatan hasil belajar yang signifikan. Cooper mengungkapkan keuntungan dari metode pembelajaran kooperatif, antara lain: 1) siswa mempunyai tanggung jawab dan terlibat secara aktif dalam pembelajaran, 2) siswa dapat mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi, 3) meningkatkan ingatan siswa, dan 4) meningkatkan kepuasan siswa terhadap materi pembelajaran.
Menurut Ibrahim, unsur-unsur dasar pembelajaran kooperatif sebagai berikut: 1) siswa dalam kelompok haruslah beranggapan bahwa mereka sehidup sepenanggungan bersama, 2) siswa bertanggung jawab atas segala sesuatu didalam kelompoknya, 3) siswa haruslah melihat bahwa semua anggota didalam kelompoknya memiliki tujuan yang sama, 4) siswa haruslah membagi tugas dan tanggung jawab yang sama di antara anggota kelompoknya, 5) siswa akan dikenakan evaluasi atau diberikan penghargaan yang juga akan dikenakan untuk semua anggota kelompok, 6) siswa berbagi kepemimpinan dan mereka membutuhkan keterampilan untuk belajar bersama selama proses belajarnya, dan 7) siswa akan diminta mempertanggungjawabkan secara  individual materi yang ditangani dalam kelompok kooperatif.

Produktif

00.48 Edit This 0 Comments »

Nuruddin Ar-Raniri, Sufi Produktif

Meski masa kejayaan Nuruddin relatif singkat, perannya dalam perkembangan Islam di wilayah Melayu tak bisa diabaikan. Dia memainkan peran penting dalam membawa Tradisi Islam ke wilayah tersebut.

Rentang kehidupan Nuruddin Ar-Raniri di isi dengan pengabdian, dakwah dan pencerahan untuk umat Islam. Dia adalah seorang sufi yang paling lengkap julukannya dan paling produktif dalam berkarya mentransfer ilmu pengetahuan. Tidak kurang dari 29 buku menjadi warisan yang berharga darinya. Walaupun lahir di Ranir, Gujarat, India, tempat dimana nenek moyang masyarakat Aceh berasal, kerena adaptasi, reputasi dan tingginya ilmu pengetahuan yang dimiliki Nuruddin, dia menjadi pembaharu yang paling disegani di wailayah Melayu Indonesia, khususnya Aceh pada 1600-an.
Setelah berguru di Gujarat, antara lain kepada Syekh Ba Syaiban, Syekh Tarekat Rifa’iyah, ia melanjutkan studinya ke Tarim, Hadramaut Yaman Selatan. Nuruddin berhasil menjadi ulama besar yang berpengetahuan luas dan tercatat sebagai Syekh Tarekat Rifa’iyah dan bermazhab Syafi’i dalam bidang Fikih. Pada 1621 ia berada di Mekah dan Madinah dalam rangka menunaikan ibadah haji.
Tahun berapa ia pertama kali berada di Aceh, masih menjadi pertanyaan dan perdebatan. Melihat kemahirannya menulis dan berbahasa Melayu dan adanya karangan yang berbahasa Melayu yang ditulis sejak 1633, orang memperkirakan, ia pada tahun 1620 telah masuk ke Aceh dan menelaah paham Wujudiyah yang sedang dikembangkan oleh Syekh Syamsuddin As-Sumatrani, yang menjadi mufti pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda, dan temannya Hamzah Fansuri.
Setelah Syamsuddin wafat dan Iskandar Tsani menjadi Sultan, Nuruddin datang lagi ke Aceh. Tak lama kemudian ia diangkat menjadi Mufti, dan selama tujuh tahun dalam kedudukannya sebagai mufti itu ia sering berdebat dengan pengikut paham Wujudiyah, dengan tujuan agar pengikut paham tersebut meninggalkan pahamnya. Tidak berhasil membujuk pengikut paham Wujudiyah agar kembali ke akidah yang murni, Nuruddin merekomendasikan hukuman mati untuk setiap pengikut paham Wujudiyah.
Sikap keras Nuruddin ini dilatarbelakangi oleh masa kecilnya yang penuh intimidasi. Ia hidup di tengah komunitas Hindu di Desa Ranir dimana mayoritas Hindu tidak mengenal sedikitpun toleransi dengan penganut agama dan paham apapun.
Sufi Produktif
Nuruddin adalah ulama yang berpengetahuan luas dan produktif dalam menulis. Ia menulis dalam berbagai cabang ilmu pengetahuan, Fikih, akidah, hadis, sejarah, Tasawuf, juga perbandingan agama. Kitab karangannya sebagian berbahasa Melayu dan sebagian berbahasa Arab.
Sebagian karangannya itu bertujuan menyerang paham Wujudiyah yang ditegakkan oleh Hamzah Fanzuri dan Syamsuddin As-Sumatrani, diantaranya As-Sirat al-Mustaqim (jalan lurus), Asrar Al-Insan Ma’rifat ar-Ruh wa Ar-Rahman (Rahasia manusia dalam mengetahui Roh dan Tuhan), Al-Fathu al-Mubin Ala al-Mulhidin (kenangan nyata atas kaum yang menyimpang).
Sebelum kedatangan Nuruddin Ar-Raniri, adalah masa keemasan Islam mistik, ketika aliran Wujudiyah berjaya tidak hanya di Aceh, tapi juga di banyak bagian wilayah Nusantara. Banyak tela’ah menyebutkan Nuruddin lebih tepat disebut sebagai tokoh sufi dibanding dengan pembaharu, padahal dia juga merupakan tokoh pembaharu paling penting pada abad ke 17.
Guru Ar-Raniri yang paling terkenal dari India adalah Abu Hafs Umar bin Abdullah Ba Syaiban Al-Tarimi Al-Hadrami, yang juga dikenal di wilayah Gujarat sebagai Syyaid Umar Alaydrus. Ba Syaiban seperti juga Nuruddin, berasal dari keluarga Hadrami. Menurut Nuruddin, Ba Syaibanlah yang membaiatnya dalam tarekat Rifa’iyah, sebuah tarekat Arab. Dia menunjuk Nuruddin sebagai Khalifahnya dan bertanggung jawab menyebarkannya di wilayah Melayu Indonesia. Tapi tarekat Rifa’iyah bukan satu-satunya yang dikaitkan dengan Nuruddin, di juga masuk tarekat Alaydrusiyah dan tarekat Qadariyah.
Nuruddin jelas merupakan perintis paling menonjol dari keluarga ulama Alaydrusiyah di kepulauan Melayu Indonesia. Tidak ada informasi kapan Nuruddin menetap dan mengadakan perjalanan pertama kali di wilayah Melayu.
Serba Bisa
Nuruddin adalah seorang sufi, teologi dan seorang Fakih, ahli hukum. Dia juga seorang sastrawan dan politisi. Kepribadiannya yang menguasai banyak bidang dapat menimbulkan kesalah pahaman, terutama jika kita memandang hanya dari satu aspek tertentu pemikirannya. Akibatnya sampai saat ini dia lebih sering dianggap sebagai seorang sufi yang hanya disibukkan dengan praktik-praktik mistis, padahal dia juga seorang fakih yang perhatian utamanya adalah penerapan praktis aturan-aturan paling mendasar Syariat. Oleh karena itu untuk memahaminya secara benar kita harus mempertimbangkan semua aspek pemikiran, kepribadian dan aktivitasnya.
Meski masa kejayaan Nuruddin di Nusantara relatif singkat, perannya dalam perkembangan Islam di wilayah Melayu Indonesia tak bisa diabaikan. Dia memainkan peranan penting dalam membawa tradisi besar Islam ke wilayah ini dengan menghalangi kecendrungan kuat percampuran tradisi lokal ke dalam Islam, tanpa mengabaikan peranan pembawa Islam dari Timur Tengah atau dari tempat lain. Nuruddin dapat dikatakan sebagai mata rantai yang sangat kuat menghubungkan tradisi Islam di Timur Tengah dengan tradisi Islam di Nusantara. Jelas ia merupakan penyebar terpenting pembaharuan Islam di Nusantara.
Nuruddin adalah ulama sufi pertama di Nusantara yang mengambil inisiatif menulis semacam buku pegangan standard mengenai kewajiban-kewajiban agama yang mendasar bagi semua orang. Meskipun aturan-aturan syariat atau fikih dalam batas tertentu telah dikenal dan di praktekkan sebagian kaum muslimin Melayu Indonesia. Tidak ada satupun karya Melayu yang dapat diacu sebelum munculnya karya Nuruddin. Karena itu tidak sulit memahami, mengapa karya ini menjadi sangat populer dan masih digunakan sampai hari ini di beberapa bagian dunia Melayu Indonesia.
Kepedulian Nuruddin terhadap penerapan aturan-aturan terperinci fikih mendorongnya menyarikan bagian-bagian karyanya. Syirat al-Mustaqim, dan mengeluarkannya sebagai karya terpisah.
Peranan Nuruddin dalam mengintensifkan proses Islamisasi juga jelas dalam bidang politik. Selama mengemban tanggung jawab sebagai Syekh al-Islam kesultanan Aceh, diantara tugas-tugasnya dalam memberi nasihat kepada Sultan Iskandar Tsani dalam berbagai masalah, baik yang bersifat religius maupun poltik.
Dalam karyanya Bustanus Salatin, dia mengungkapkan bagaimana menasihati Sultan dalam fungsinya sebagai penguasa serta tanggung jawab dan kewajibannya kepada rakyat untuk melindungi yang lemah dan mendatangkan kebaikan bagi rakyat, yang akan membuatnya dilindungi dan di rahmati Tuhan. Barangkali karena nasihat-nasihatnya, Sultan Iskandar Tsani menghapuskan hukuman-hukuman yang tidak islami bagi para penjahat, seperti mencelup minyak, dan menjilat besi. Sultan juga melarang rakyatnya membahas masalah-masalah seperti wujud dan dzat Tuhan.
Menurut Nuruddin peranan syariat tidak dapat ditingkatkan tanpa pengetahuan lebih mendalam mengenai hadis Nabi, karena itu dia mengumpulkan hadis dalam karyanya Hidayah al-Habib fi al-Targhih wa al- Tartib. Sejumlah hadis diterjemahkannya dari bahasa Arab ke dalam bahasa Melayu agar kaum muslim mampu mamahaminya secara benar. Dalam risalah ringkas itu dia menginterpolarisasikan hadis-hadis dengan ayat Al-Qur’an untuk mendukung argumen-argumen yang melekat pada hadits-hadits tersebut. Karyanya ini merupakan rintisan dalam bidang hadis di nusantara dan menunjukkan pentingnya hadis dalam kehidupan kaum muslimin.
Di samping menjelaskan perbedaan antara tasawuf yang menyimpang dan tasawuf ortodok serta menekankan pentingnya syariat, Nuruddin pun mengambil alih tugas lain yang juga berat, yaitu membuat kaum muslimin memahami secara benar pokok-pokok keyakinan akidah.
Nuruddin tidak hanya memainkan peranan penting dalam menjelaskan kepada kaum muslimin Melayu Indonesia dasar-dasar pokok keimanan dan ibadah Islam, tetapi juga mengungkap kebenaran Islam dalam suatu prespektif perbandingan dengan agama-agama lain. Dialah alim ulama pertama di wilayah Melayu yang menulis sebuah karya mengenai perbandingan agama yang dinamai Tibyan fi Ma’rifat al-Adyan serta bagian tertentu yang menyinggung subyek yang sama dalam karya-karyanya yang lain.
Pengaruhnya dalam bidang sejarah tidak kalah besarnya. Dialah penulis pertama di Tanah Melayu yang menyajikan sejarah dalam konteks universal dan memprakarsai bentuk baru penulisan sejarah Melayu. buku sejarahnya yang berjudul Bustan al-Salatin merupakan karya terbesarnya yang mencerminkan minat khusus pengarangnya terhadap sejarah.
Karya ini, terdiri atas tujuh buku, menunjukkan bagaimana dia berhasil memanfaatkan beberapa tradisi Historiografi Islam dan memperkenalkan kepada khalayak Melayu. Dua buku pertama, merupakan sejarah dunia dari sudut pandang teologis. Sementara buku pertama di tulis dengan mengikuti pola karya  Al-Thabari, Tarikh al Rasul wa al-Muluk. Di sini pembahasannya mulai dari sejarah, bangsa Persia, Yunani, dan Arab di masa Pra-Islam, di ikuti dengan analitis Islam. Buku kedua menjelaskan sejarah para Raja India dan Melayu Indonesia. Lima buku berikutnya, mengikuti pola karya Al-Ghazali, Nasihat al-Muluk, dan karenanya dimaksudkan sebagai buku petunjuk bagi keluarga-keluarga kerajaan.
Karyanya ini merupakan salah satu buku terpenting tentang sejarah awal Melayu Indonesia. Ia merupakan sumber yang tak tergantikan untuk rekonstruksi sejarah awal Islam di wilayah Melayu Indonesia. Makna pentingnya semakin jelas mengingat kenyataan bahwa sejarah Islam diwilayah ini kebanyakan di tulis berdasarkan sumber-sumber barat. Keahlian Nuruddin menyangkut sejarah Nusantara jelas luar biasa. Dia ahli dalam diskripsi sejarah Melayu.
Tidak kalah penting peranannya dalam mendorong lebih jauh perkembangan bahasa Melayu sebagai bahasa utama di wilayah Melayu Indonesia. Dia bahkan diklaim sebagai pujangga Melayu pertama. Meskipun bahasa ibu Nuruddin bukanlah Melayu. Penguasaannya atas bahasa ini tidak diragukan lagi.
Yang juga tidak kalah penting adalah keikhlasan Nuruddin dalam menyikapi kehidupan. Setelah sultan berganti dan roda kehidupan berputar, ia keluar dari lingkaran kekuasaan. Paham Wujudiyah kembali berkibar setelah Sultan yang baru mengangkat Syamsurizal al-Minangkabau menjadi mufti.
Nuruddin memutuskan pulang ke Ranir dan mengasuh pesantren di sana. Tapi produktivitasnya dalam menulis buku tidak pernah surut.

Kreatif

00.45 Edit This 0 Comments »

Jadilah Kreatif Jadilah Unik

Merupakan sebuah kenyataan bahwa upaya kreatif berkaitan dengan antusiasme dan gairah dan dikenal sebagai faktor substantial pada tingkat puncak kinerja.

Lensa ini akan menunjukan bagaimana cara kita meningkatkan kreativitas. Jangan sampai Anda hanya takjub dengan ide orang lain, kini saatnya Anda menghasilkan ide-ide cemerlang.

Mengapa Harus Kreatif? 

Apakah Anda mau mengabaikan manfaat kreatif yang luar biasa ini?

Banyak orang yang mengabaikan kreaitivitas sebab dia tidak menyadari manfaat dari kreaivitas. Oleh karena itu, saya ingin memberitahu Anda mengapa kita harus kreatif.
  • Hidup selalu berhadapan dengan masalah, Anda perlu ide-ide untuk mengatasi masalah tersebut. Anda harus kreatif mencari ide-ide untuk memecahkan masalah yang Anda hadapi.
  • Persaingan tidak pernah berhenti. Anda akan menghadapi produk yang sama dengan yang Anda jual. Anda harus kreatif menghasilkan ide-ide untuk membuat atau memperbaiki produk Anda agar tetap unggul.
  • Seringkali, yang membedakan Anda dengan karyawan lain ialah kreativitas Anda dalam mencari solusi, menghasil ide-ide terobosan, dan dalam menjalankan tugas Anda.
  • Orang kreative tidak menyerah menyerah, karena selalu memiliki solusi alternatif.
  • dan masih banyak manfaat lainnya.

Agar Berpikir Kreatif 

Peran motivasi, mengambil resiko, dan rileks

Sikap-sikap yang harus Anda kembangkan agar kreatif.
  • Kreativitas anda ditentukan sejauh mana Anda menginginkan hal-hal baru. Motivasi ini dilandasi sejauh mana Anda menginginkan perbaikan dalam hidup Anda atau sejauh mana Anda sedang mengalami kesulitan. Pertanyaan yang sangat penting ialah sejauh mana Anda menginginkan hal yang baru?

    Temukan motivator tersebut dan tetapkan dalam pikiran Anda.
  • Saya sering mendapatkan ide justru pada saat rileks ketimbang berfikir serius. Jadi saat Anda ingin menyelesaikan masalah, atau ingin mencari suatu ide baru coba saja untuk rileks. Namun sebelum rileks Anda perlu menyatakan apa yang Anda cari, katakan berulang-ulang sampai meresap ke dalam pikiran bawah sadar, kemudian rileks. Anda akan takjub dengan teknik sederhana ini, ide-ide atau solusi akan muncul pada saat-saat yang tidak terduga.
  • Takut terhadap resiko yang terdapat pada ide justru akan menghambat jalan keluar ide Anda. Setiap gagasan atau solusi mungkin akan mengandung resiko, tetapi jika Anda ingin kreatif Anda harus berani mengambil resikonya.

Mengembangkan Kreativitas 

Peluang, kebiasaan, dan sudut pandang

Sikap-sikal lain yang perlu Anda miliki agar kreatif
  • Jika Anda ingin kreatif adalah fokus pada peluang. Saya sering mendengar ada orang yang mengatakan bahwa jadikan masalah jadi peluang. Namun saran saya bukan hanya itu, bukan hanya masalah saja yang bisa menjadi peluang. Apapun yang ada dihadapan Anda bisa mencetuskan ide sebuah peluang baru.

    Suatu contoh, saat Anda sedang memegang gelas, coba tanyakan peluang apa yang bisa dapatkan dari gelas? Saat ini mungkin masih bingung, tetapi dengan terus-menerus mengajukan pertanyaan tersebut, insya Allah ide-ide akan bermunculan. Setelah ide-ide itu muncul Anda tinggal mengevaluasi ide mana yang terbaik.
  • Anda lebih kreatif Anda harus berani keluar dari kebiasaan. Anda jangan terkungkung dengan apa yang ada saat ini, itu belum tentu hal yang terbaik. Masih ada peluang untuk yang lebih baik. Percayalah, sebab jika tidak percaya, ide-ide Anda akan tersumbat keluar. Jangan suka dengan status quo, cintailah perubahan, namun perubahan menuju yang lebih baik.
  • Cobalah melihat segala sesuatu dari berbagai sudut pandang. Saya bukan penganut bahwa kebenaran itu relatif, kebenaran adalah mutlak dari Allah SWT. Namun yang dimaksud disini, melihat suatu masalah dari berbagai sudut pandang agar kita bisa melihat berbagai aspek yang berkaitan dengan permasalahan yang sedang kita hadapi. Apakah Anda berfikir kalau gelas itu hanya alat untuk minum? Ternyata tidak, gelas bisa untuk hiasan jika bentuknya indah, gelas bisa untuk menyimpan pensil dan ball point, bahkan gelas bisa untuk melempar maling jika perlu. :)

Pola Pikir Orang Kreatif 

Kesalahan, perbaiki, dan perubahan

Sikap-sikap selanjutnya yang perlu kita miliki agar kreatif.
  • Suatu saat Anda memiliki ide, kemudian Anda lakukan atau Anda coba ide tersebut, ternyata gagal. Perbaiki ide tersebut sampai berhasil, jadilah ide baru. Inilah tip yang ketujuh, yaitu belajar dari kesalahan. Kesalahan bisa menghasilkan ide baru yang lebih baik. Tanyakanlah terhadap ide lama Anda yang gagal, apa pelajaran dari ide tersebut, bisakah dilakukan lagi dengancara baru, apakah timmingnya kurang tepat?
  • Jangan berpikir bahwa kreatif itu hanya membuat hal-hal yang baru. Justru salah, karena manusia tidak pernah membuat hal yang baru. Hanya Allah SWT yang bisa. Manusia hanya bisa menemukan apa yang belum ditemukan oleh orang lain, manusia hanya bisa mengubah atau menggabungkan hal-hal yang sudah ada, sekali lagi bukan menciptakan hal yang baru. Jadi jika Anda ingin kreatif Anda bisa mulai dengan barang yang ada di depan Anda, perbaikan apa yang bisa Anda lakukan terhadap barang tersebut.
  • Jangan terpaku dengan ide lama. Bagaimanapun suksesnya ide Anda pada waktu yang lalu, belum tentu akan berhasil lagi pada saat ini. Evaluasi lagi, tidak masalah mengeliminasi ide Anda sendiri yang sukses untuk mendapatkan ide baru yang lebih baik. Termasuk juga disini saat ide Anda disisihkan oleh ide orang lain, jangan sedih karena meskipun tidak disisihkan oleh orang lain, toch Anda harus menggantinya sendiri jika ide Anda tersebut sudah tidak relevan.

Kreativitas adalah Inti Kegairahan 

Hidup Anda akan terasa bergairah jika Anda kreatif

Tip kesepuluh, bacalah tip pertama sampai tip kesembilan berulang-ulang sampai meresap dalam pikiran Anda. Semakin melekat tip-tip ini pada diri Anda, insya Allah akan semakin kreatif Anda.

Tip pertama sampai tip kesepuluh adalah sebagai fondasi yang perlu Anda miliki untuk menjadi orang yang lebih kreatif. Baru fondasi? Berarti masih ada kelanjutannya? Jawabannya ya. Kelanjutan dari fondasi ini ialah Anda perlu mengetahui teknik-teknik dalam menggali ide. Ada puluhan teknik yang perlu Anda pelajari dan praktekkan untuk memudahkan Anda menggali ide tersebut.

Semakin kreatif Anda, semakin tinggi juga tingkat stimulasinya, dan kegairahan juga semakin tercipta... maka semakin besar kesempatan untuk memperoleh hasil yang sukses.

Kesuksesan dan kreativitas saling mendukung satu sama lain. Mereka yang paling kreatif itulah biasanya yang paling sukses. Jika Anda ingin meningkatkan peluang sukses, maka tingkatkanlah kreativitas Anda.

Miliki rasa percaya diri, kreativitas dan gairah, kemudian nyatakan keyakinan Anda kepada dunia, dan masa depan Anda akan menjadi gilang-gemilang.

Bukalah pintu kreativitas Anda dengan mengikuti sebuah kelas kreativitas jarak jauh pertama di Indonesia. Bergabunglah dengan: